YAYASAN MUTIARA SURGA

BANI ISRAIL TERSESAT DI PADANG TIIH (MANNA & SALWA, SAMIRI, DAN PATUNG SAPI BETINA)

Bagikan :

Bani Israil – Alloh Ta’ala telah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun yang membunuh bayi-bayi lelaki dan membiarkan hidup bayi-bayi perempuan. Sebagai rasa syukur, Musa memerintahkan kepada Bani Israil untuk sujud syukur kepada Alloh. Akan tetapi mereka malah berkata, “Sesungguhnya kami sedang letih, kami tidak akan sujud sekarang.” Seperti itulah gambaran umat Yahudi yang selalu melupakan karunia Alloh yang diberikan kepada mereka dan itulah kebiasaan mereka.

Musa dan Bani Israil kemudian berjalan di Gurun Sinai yang luas. Mereka lalu bertemu satu kaum yang menyembah berhala. Mereka berkata. “Musa, buatkanlah untuk kami berhala yang dapat kami sembah seperti berhala mereka ini.”

Musa berkata, “Sungguh, kalian benar-benar kaum yang bodoh, kalian rela keluar dari Mesir demi mempertahankan keimanan kalian kepada Alloh lalu sekarang kalian malah menginginkan kekafiran. Lupakah kalian dengan penyiksaan yang Fir’aun lakukan kepada kalian dan tujuan kalian keluar dari Mesir? Musa pun memerintahkan mereka untuk bertobat dan memohon ampun kepada Alloh.

Kemudian Alloh mewahyukan kepada Musa agar ia memerintahkan kepada Bani Israil untuk masuk ke tanah suci di Palestina. Mereka menimpalinya, “Wahai Musa! Sesungguhnya, di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari sana. Jika mereka sudah keluar dari sana, baru kami akan masuk.” Bani Israil lupa kalau Alloh sudah menyelamatkan mereka dari Fir’aun, dan Alloh lebih kuat daripada kaum ‘Amaliq. Ketika mereka mengucapkan perkataan itu, Musa marah kepada mereka.

Musa berdoa kepada Alloh, “Ya Rabbku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dan orang-orang yang fasik itu.” Doa Nabi Musa terkabul. Akibat dari perkataan dan kelakuan mereka adalah hukuman yang teramat berat. Alloh mengharamkan mereka memasuki Baitul Maqdis dan Palestina selama empat puluh tahun. Alloh menjadikan mereka tersesat di gurun Sinai yang gersang dan tandus tanpa air. Jadilah Gurun Sinai itu tanah Tiih (yang menyesatkan). Jika seorang lelaki Bani Israil berjalan di gurun itu sejak pagi hari, maka pada sore harinya ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama di mana ia memulai perjalanannya. Itulah hukuman bagi mereka atas kedurhakaan yang mereka lakukan. Lama masa hukuman itu adalah empat puluh tahuh.

Bani Israil merasa lapar dan haus. Mereka mengeluhkan kehausan kepada Musa. Musa berdoa kepada Alloh, maka Alloh mewahyukan kepada Musa, “Pukulkan tongkatmu itu ke batu!” Setelah Musa memukulkan ke batu, tiba-tiba terpancarlah dua belas mata air, sesuai dengan jumlah kabilah Bani Israil. Mereka kemudian minum sampai kenyang. Tak lama setelah itu mereka mengeluhkan rasa lapar kepada Musa. Musa berdoa lagi kepada Alloh, maka Alloh menurunkan Manna dan Salwa kepada mereka. Manna sejenis minuman yang rasanya lebih manis daripada madu. Manna turun dari langit laksana salju. Adapun Salwa adalah nama burung seperti burung puyuh yang turun dari langit dalam keadaan telah terpanggang. Itu adalah makanan yang diberkahi.

Bani Israil makan hingga kenyang. Namun, kebiasaan Bani Israil yang tidak pernah lepas dari mereka ialah, banyak meminta kepada para Nabi. Mereka kemudian berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya makan dengan satu macam makanan saja, (yakni Manna dan Salwa). Maka berdoalah kepada Rabbmu, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti kacang, bawang merah, bawang putih, mentimun, dan adas.”

Nabi Musa heran dengan kaum yang telah Alloh beri Manna dan Salwa, tapi mereka malah meminta makanan lain yang justru berbau tidak enak, seperti kacang adas, kacang tanah, dan bawang merah. Ia berkata, “Apakah kalian meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Mereka akhirnya malu pada diri mereka sendiri.

Kemudian Alloh mewahyukan kepada Musa agar berangkat ke puncak bukit Thur, karena di sana Alloh akan menurunkan syari’at-Nya dan mengajarkan Taurat kepadanya, kitab yang berisi petunjuk dan bimbingan bagi kaum Bani Israil. Ajaran-ajaran Taurat adalah sebagai berikut:

(1). Janganlah kamu mencuri.

(2). Janganlah kamu berzina.

(3). Janganlah kamu memberi kesaksian palsu kepada orang lain.

(4). Beribadahlah hanya kepa Alloh semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

(5). Janganlah kamu membunuh.

(6). Taatilah ayah ibumu sepanjang usiamu.

(7). Janganlah kamu mengintip ke dalam rumah orang lain.

(8). Janganlah kamu mengangankan isteri dan budak orang lain. Artinya, janganlah kamu iri kepada orang lain.

Ketika Musa hendak kembali kepada kaumnya, Alloh mengabarkan kepadanya bahwa kaumnya telah menyembah dan bersujud kepada patung anak lembu, sehingga ia pun merasa sangat sedih. Musa bergegas kembali kepada kaumnya. Ia melihat seekor anak sapi. Ia menduga Harun juga telah menyembah patung anak lembu itu bersama mereka. Musa memegang dan mencekik Harun seraya berkata, “Kenapa kamu biarkan mereka menyembah patung anak lembu itu, hai Harun, apakah kamu menyetujuinya?”

Harun menjawab, “Wahai Musa, wahai anak ibuku! Janganlah engkau lakukan ini terhadapku. Demi Alloh aku sungguh telah menasihati dan melarang mereka, tapi mereka tetap ngotot ingin melakukannya. Aku kemudian menunggumu hingga engkau kembali dengan membawa perintah Alloh untuk mereka.”

Harun kemudian mendatangkan Samiri, lalu Musa berkata kepadanya, “Semoga Alloh murka kepadamu wahai Samiri. Pergilah kamu! Sungguh, hukuman bagimu adalah Alloh akan menimpakan suatu penyakit kepadamu. Setiap kali kamu meletakkan tanganmu ke tubuhmu, maka kulitmu akan rontok sehingga kamu akan mengatakan, ‘Jangan sentuh aku!”

Musa membakar patung anak lembu itu. Setelah menjadi abu, ia membuangnya ke laut. Bani Israil sedih menangisi patung anak lembu itu. Musa berkata, “Wahai kaumku, sungguh, kalian telah menganiaya diri kalian sendiri dengan menjadikan patung anak lembu sebagai sesembahan selain Alloh. Dan sesungguhnya, hukuman untuk kalian adalah membunuh diri kalian sendiri, hingga Alloh menerima taubat kalian. Musa memerintahkan mereka yang menyembah anak sapi untuk masuk ke dalam rumah yang gelap gulita. Mereka mengikat diri mereka sendiri hingga orang-orang yang tidak menyembah anak sapi datang kepada mereka kemudian membunuh mereka dengan pedang. Sesungguhnya, tanda Alloh menerima tobat mereka adalah turunnya sebuah kegelapan, kemudian kegelapan itu menghilang. Bila kegelapan itu hilang, berarti tobat mereka sudah diterima dan pembunuhan pun dihentikan. Musa tidak tega menyaksikan pemandangan itu. Ia menengadahkan tangganya berdoa memohon kepada Alloh. Selanjutnya, Alloh mengabulkan doa Nabi-Nya dan menerima taubat mereka. Sehingga, hilanglah kegelapan.

Pada suatu hari terjadi kasus pembunuhan yang disampaikan kaumnya kepada Musa, hingga akhirnya musa bermunajat kepada Alloh dengan membawa satu perintah. Musa kembali kepada kaumnya dan berkata “Sesungguhnya Alloh memerintahkan kepada kalian untuk menyembelih seekor sapi betina.”

“Apakah kamu hendak mengejek kami dan bercanda kepada kami?” Sanggah bani Israil.

Nabi Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Alloh agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” Alloh memerintahkan kepada Bani Israil dengan satu perintah secara global yaitu perintah menyembelih sapi betina, namun Bani Israil kembali bertanya yang akhirnya justru mempersulit diri mereka sendiri yaitu dengan menanyakan kriteria sapi tersebut tentang ciri-ciri, warna dan lain sebagainya. Sampai akhirnya mereka mendapatkan sapi betina yang dimaksud. Setelah mereka menyembelih sapi betina itu, Alloh memerintahkan kepada Nabi Musa agar mengambil salah satu dari tulangnya, kemudian memukulkannya pada tubuh korban yang terbunuh. Setelah orang yang terbunuh itu dipukul dengan tulang sapi betina itu, mendadak hidup kembali dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang pelaku pembunuhan tersebut, lalu mati kembali.

Sekalipun Bani Israil telah melihat tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat itu, mereka terus saja menyakiti Musa hingga Musa meninggal dunia dalam keadaan marah kepada mereka.

Ikut Partisipasi Mendukung Program, Salurkan Donasi Anda di Sini!

www.mutiarasurga.org