YAYASAN MUTIARA SURGA

Kekayaan Sejati, Menemukan Arti Kekayaan dalam Rasa Qona’ah

Bagikan :

Temukan makna kekayaan sejati melalui konsep qona’ah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Pelajari bagaimana hati yang merasa cukup mampu membawa kekayaan yang sesungguhnya.

Kekayaan sejati tidak hanya tentang angka yang terpampang dalam rekening bank atau barang-barang mewah yang dimiliki. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan panduan yang mendalam tentang arti sebenarnya dari kekayaan. Beliau bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Dalam pandangan Nabi Muhammad, kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan hati yang mampu merasa puas dengan apa yang Allah berikan. Konsep ini dikenal sebagai qona’ah, di mana seseorang menemukan kebahagiaan dan kepuasan dalam hal-hal sederhana yang dimiliki, tanpa terjebak dalam kerinduan tak terbatas akan materi dan harta.

Mengadopsi sifat qona’ah dalam kehidupan sehari-hari membawa banyak manfaat. Dalam dunia yang sering kali didominasi oleh tuntutan konsumsi dan persaingan material, qona’ah adalah pijakan yang kokoh untuk menjaga hati tetap tenang dan merasa berkecukupan. Ini bukanlah panggilan untuk menghindari usaha dan bekerja keras, melainkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian material dan ketenangan batin.

Menghidupkan prinsip qona’ah juga berarti mengembangkan sikap kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama. Seiring dengan slogan yang sering kita dengar, “Berbagi Tanpa Batas, Memberi Tiada Henti”, qona’ah mendorong kita untuk lebih menghargai berbagi dengan orang lain dan berkontribusi pada kemaslahatan bersama. Kekayaan sejati terletak pada kemampuan untuk memberi tanpa merasa kekurangan.

Dalam dunia digital dan teknologi ini, penting untuk merenungkan kembali makna kaya. Bukan hanya sekadar menghitung angka di akun bank, tetapi juga bagaimana kita merasa terhubung dengan hati nurani, kepuasan diri, dan kebahagiaan batin. Dengan mengadopsi prinsip qona’ah, kita dapat menemukan kekayaan yang sejati dan membawanya dalam setiap langkah kehidupan kita.

Dalam mengakhiri, marilah kita bersama-sama berupaya mempraktikkan sifat qona’ah dalam kehidupan kita. Dengan merenungkan ajaran Nabi Muhammad dan mendalaminya dalam hati, kita dapat menggali makna sejati dari kekayaan. Kaya yang melampaui angka-angka dan melibatkan kedamaian batin, kepuasan diri, dan keberkahan dalam berbagi kepada sesama.

www.mutiarasurga.org