YAYASAN MUTIARA SURGA

Mengoptimalkan Pengeluaran Harta, Berjalan pada Tengah Jalan

Bagikan :

Belanjakan Harta – Dalam ajaran Islam, ada sebuah sifat terpuji yang menjadi tuntunan bagi setiap Muslim dalam mengelola harta yang dimilikinya, yaitu sifat pertengahan dalam membelanjakan harta. Rasulullah SAW dan Al-Quran menegaskan pentingnya bersikap moderat dan tidak berlebihan, serta tidak pelit ketika menggunakan harta yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Sifat inilah yang disebut sebagai karakter ‘ibadurrahman, hamba Allah yang senantiasa berusaha menjalankan tuntunan-Nya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Dalam QS. Al-Furqan: 67, Allah berfirman tentang orang-orang yang membelanjakan harta dengan bijaksana, tidak berlebihan maupun kikir.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَكَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَاما 

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon: 67)

Mereka memiliki sikap yang seimbang dan bijaksana dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik yang wajib maupun tambahan. Mereka menyadari bahwa harta yang dimiliki adalah amanah dari Allah SWT, dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan umatnya tentang pentingnya bertanggung jawab atas penggunaan harta. Pada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, beliau menyebutkan bahwa setiap Muslim akan diminta pertanggungjawaban atas empat perkara di Hari Kiamat, salah satunya adalah tentang harta yang diperoleh dan bagaimana harta tersebut digunakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَومَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلمِهِ فيم فعل، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جَسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ

“Tidak bergerak dua telapak kaki seseorang pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara, yaitu (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, (3) dan tetang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan dalam hal apa dia belanjakan, (4) tentang badannya untuk apa dia rusakkan.” (HR. Tirmidzi)

Berpegang pada prinsip “berjalan pada tengah jalan,” seorang Muslim diimbau untuk melakukan beberapa hal berikut dalam mengelola harta:

  1. Berzakat dan Bersedekah: Prioritaskan menunaikan kewajiban zakat dan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Hal ini akan membersihkan harta dari sifat kikir dan mengikatkan hati pada kebaikan sosial.
  2. Bijaksana dalam Pengeluaran: Gunakan harta secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga, tanpa berlebihan dalam gaya hidup yang mewah dan boros.
  3. Investasi yang Berkah: Cari peluang investasi yang halal dan bermanfaat untuk mengembangkan harta secara berkelanjutan, sehingga dapat digunakan untuk amal dan kebaikan di masa mendatang.
  4. Hindari Hutang yang Berlebihan: Usahakan untuk menghindari hutang yang berlebihan dan selalu patuhi kewajiban membayar hutang tepat waktu.
  5. Berbagi dengan Cinta: Jadikan sikap memberi dan berbagi sebagai bagian dari karakter pribadi, sehingga setiap kesempatan untuk membantu sesama akan disambut dengan cinta dan kebahagiaan.

Kesadaran akan akhirat menjadi pendorong bagi setiap Muslim untuk berpegang pada sikap pertengahan dalam mengelola harta dan belanjakan harta. Dengan mengoptimalkan pengeluaran harta sesuai tuntunan agama, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan, ridha Allah SWT, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar. Semoga setiap langkah dalam mengelola harta menjadi ladang amal yang terus mengalirkan kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin.