UMUR DAN KEKURANGAN FISIK BUKAN ALASAN UNTUK TIDAK BERKARYA - YAYASAN MUTIARA SURGA

YAYASAN MUTIARA SURGA

UMUR DAN KEKURANGAN FISIK BUKAN ALASAN UNTUK TIDAK BERKARYA

UMUR DAN KEKURANGAN FISIK BUKAN ALASAN UNTUK TIDAK BERKARYA

Assalamu’alaikum Wartahmatullah Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah, Shalawat dan Salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasalam. kepada keluarganya, sahabatnya dan semoga kepada kita sebagai umatnya, aamiin.

Kekurangan fisik dan umur seharusnya jangan menjadi hambatan untuk kita bisa berkarya dan bermanfaat bagi manuasia yang lain. Apalagi bagi kita sebagai orang muslim.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat Islam selalau berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah tertentu kepada orang lain. Manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain bisa berupa :

Pertama Ilmu
Baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia;
Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Bahkan, seseorang yang memiliki ilmu agama kemudian diajarkannya kepada orang lain dan membawa kemanfaatan bagi orang tersebut dengan datangnya hidayah kepada-Nya, maka ini adalah keberuntungan yang sangat besar, lebih besar dari unta merah yang menjadi simbol kekayaan orang Arab.

Ilmu umum yang diajarkan kepada orang lain juga merupakan bentuk kemanfaatan tersendiri. Terlebih jika dengan ilmu itu orang lain mendapatkan life skill (keterampilan hidup), lalu dengan life skill itu ia mendapatkan nafkah untuk sarana ibadah dan menafkahi keluarganya, lalu nafkah itu juga anaknya bisa sekolah, dari sekolahnya si anak bisa bekerja, menghidupi keluarganya, dan seterusnya, maka ilmu itu menjadi pahala jariyah baginya.

“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu
yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim).

Cerminan hadist di atas dapat kita lihat pada diri seorang laki2 paruh baya yang bernama pak Yanto. Pak Yanto adalah seortang kakek berusia kurang lebih 50 tahun, beliau Allah uji dengan mengambil penglighatan beliau. akan tetapi diusianya yang senja dan kondisi mata yang tidak melihat (tunanetra). beliau dengan semangatnya berbagi ilmu, mendirikan majlis Ta’alim mengajarkan anak2 yatim dan Dhuafa yang ada di jalan Ciheuleut, Pakuan, semua beliau tanpa bayaran.

Alhamdulillah atas izin Allah tanggal 2 Februari kemarin bisa bersilaturahmi kesana. berbagi kepada anak yatim dan dhuafa disana.

alhamdulillah amanah para donatur dan musinin dan sahabat semua bisa kami sampaikan.

Leave a Reply

Close Menu